Merantau jauh dari keluarga atau negeri akan menampakkan kemurnian seseorang dan kemuliaan sahabat karib. Dalam keterasingan, terdapat pengalaman menghadapi kesulitan hidup. Di samping itu, himpitan yang ada juga merupakan madrasah untuk menigkatkan keilmuan dan sebagai pelajaran bahwa kehidupan tak selalu dipenuhi kelapangan dan kemewahan. Dalam keterasingan pula,
terdapat titik tolak bagi penuntut ilmu untuk tidak bergantung pada keluarga. Di samping itu, di dalam keterasingan juga terdapat pelajaran bahwa kehidupan tak selalu berada dalam satu keadaan.
Berkenaan dengan masalah ini, dalam kitab Diwan-nya, Imam Asy-Syafi'i berkata:
Berkelanalah engaku dari tanah airmu untuk mencari kemuliaan
Dan bersafarlah! Sebab dalam safar itu terdapat lima manfaat:
Menghilangkan kesusahan, mendapatkan penghasilkan hidup, ilmu, adab, dan sahabat yang mulia.
Beliau juga berkata:
Seekor singa jika tidak meninggalkan sarangnya ia tidak akan kelihatan buas
Dan anak panah jika tidak dilepas dari busurnya, ia tidak akan mengenai sasaran
Biji emas akan tetap menjadi tanah jika tetap pada tempatnya
Sementara dahan jika tetap menyatu dengan pohonnya, ia tidak lebih dari sepotong kayu
Jika biji emas diangkat dari penambangannya, harganya akan menjadi mahal
Adapun kayu jika dipindahkan dari pohonnya, ia akan seharga dengan emas
Kalau orang yang terasing berlaku jujur kepada Allah, niscaya Allah akan melapangkan dadanya dalam keterasingannya. Dahulu, sebab masuknya Rasullullah Saw ke kota Madinah adalah kejujuran karena Allah dan terhadap Allah serta mencari ridho-Nya. Dengan demikian, beliau pun bisa meraih pertolongan dan kemenangan serta mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat
Apabila Allah Swt berkehendak mengangkat derajat seorang hamba, Dia akan "menghancurkan" hamba tersebut terlebih dahulu. Jika hamba tersebut kembali sepenuhnya kepada Allah dan memohon apa yang ada di sisi-Nya serta mendekatkan diri kepada-Nya dengan ketaatan, niscaya Allah akan mengangkat derajatnya sesuai dengan kadar penyerahannya kepada-Nya. Karena itu janganlah anda berduka lara dalam keteransingan serta janganlah gelisah. Hal ini karena para ulama juga pernah merasakan berbagai macam kesulitan dalam keterasingan.
Saat anda berada dalam keterasingan, berjalanlah di atas jalan para ulama dan ikutilah langkah-langkah mereka. Bersandarlah kepada Allah Swt dalam keterasingan dan jalankanlah ketaatan kepada Allah Swt. Hal ini perlu agar Allah senantiasa menjaga kita dan keluarga yang sedang terpisah jauh, serta kita pun akan merasa senang dengan keterasingan tersebut. Semoga yang singkat ini dapat bermanfaat dan dapat menjadi hujjah bagi kita dan kaum muslimin, amin. Wallahu a'lam.
REFERENCE: Dr. Abdul Muhsin Al-Qasim dalam Kunci-kunci Surga
Asy-Syaikh Dr. Abdul Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan khathib di Masjid Nabawi, salah seorang ulama ahlus sunnah. walhamdulillah :)
ReplyDelete